Tuesday, December 1, 2015

Dasar Pemograman C++

DASAR BAHASA PEMROGRAMAN BORLAND C++ 


                                                      APA ITU C++ ?

     Bahasa Pemrograman memang banyak. Salah satunya adalah C++ . Di bawah ini adalah asal muasal Bahasa C++ serta pengertiannya yang saya kutip dari wikipedia.org langsung aja simak :

     C++ adalah bahasa pemrograman komputer yang di buat oleh (Bjarne Stroustrup) merupakan perkembangan dari bahasa C dikembangkan di Bell Labs (Dennis Ritchie) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL, Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bel labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada C++, dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding). Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

       Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut menggunakan sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.
Bahasa C adalah sebuah bahasa dasar tingkat tinggi yang sifatnya kompleks dan membangun logika atau algoritma.

           C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.
Bahasa C adalah bahasa pemrograman prosedural yang memungkinkan kita untuk membuat prosedur dalam menyelesaikan suatu masalah. Bahasa C++ adalah bahasa pemrograman yang berorientasi pada objek.

Bahasa tingkat tinggi merupakan bahasa yang mudah dipahami oleh manusia, C dan C++ merupakan contoh bahasa dari bahasa tingkat tinggi. Contoh lain dari bahasa tingkat tinggi adalah Pascal , Perl, Java, dan lain lain. Sedangkan bahasa tingkat rendah merupakan bahasa mesin atau bahasa asembly.
Secara sederhana sebuah komputer hanya dapat mengeksekusi program yang ditulis dalam bahasa mesin. Oleh karena itu , jika suatu program ditulis dalam bahasa tingkat tinggi, maka program tersebut harus diproses dahulu sebelum bisa dijalankan dengan komputer.
Proses untuk untuk mengubah dari bahasa tinkaat tinggi ke bahasa tingkat rendah dalam bahasa pemrograman ada 2 tipe yaitu intrepenter dan compiler.
Bahasa pemrograman seperti C dan C++ merupakan contoh dari tipe compiler. Namun ada bahasa yang menggabungkan 2 tipe ini salah satunya adalah bahasa Java.

  • Kelebihan dan kekurangan bahasa pemrograman C++:
C++ itu pada dasarnya bahasa C juga, nah kemampuan C yang utama itu adalah seperti :
– Kode bahasa C++ dengan portabilitas dan fleksibilitas yang tinggi untuk semua jenis komputer.
– bahasa Standard-nya ANSI bisa dipakai diberbagai platform.
– kecepatan program jika dibanding dengan program yang sama buatan bahasa lain, relatif lebih cepat.
– Bahasa C++ tersedia hampir di semua jenis komputer.
– Bahasa C++ hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci (hanya terdapat 48 kata kunci).
– Dukungan pustaka fungsi dan kelas yang banyak sehingga memungkinkan pembuatan aplikasi makro.
– C++ adalah bahasa yang terstruktur, dengan demikian akan lebih mendukung OOP.
– Bahasa C++ termasuk bahasa tingkat menengah dan lebih dekat dengan bahasa mesin.
– Kode program bersifat reuseable, sehingga dapat digunakan kembali pada project lain dengan hanya menggunakan library dan  file header.
– C++ dapat membuat aplikasi graphic processor berkualitas tinggi.
Jika dibandingkan dengan VB atau Delphi C++ memang tidak se-RAD dua bahasa tersebut , dan cenderung lebih rumit. Namun
dari perbandingan tersebut, sudah jelas pasti ada trade-off, seperti kecepatan, efisiensi kode, pengstrukturan kode.
Tidak hanya kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh C++, tetapi juga memiki kekurangan seperti:
– C++ tidak murni OOP sehingga kurang cocok untuk mengajarkan Konsep OOP karena kaidah-kaidah OOP dapat dilanggar. Dan
di C++ ada konsep pointer yang sangat membingunkan, ini salah satu alasan mengapa C++ menjadi momok yg paling tidak
disukai.
– C++ walapun tidak terpengaruh oleh Sistem Operasi tetapi tool untuk developmentnya harus spesific pada salah satu
sistem operasi contoh Visual Studio hanya dapat berjalan di Windows. Alasan ini juga nantinya akan dapat menurunkan
minat terhadap sistem operasi yang lain contohnya Linux. Apabila dalam praktiknya menggunakan Visual Studio maka
otomatis akan menggunakannya juga dan pada akhirnya malas untuk mencoba sistem operasi yang lain.
– Implementasi C++ dalam teknologi IT pada saat sekarang sudah sangat sedikit sekali.
– “susah” untuk membuat sesuatu dengan C++ sehingga kepeminatannya dalam memperdalam Programming akhirnya harus kandas
kecuali dengan inisitif sendiri mempelajari bahasa/teknologi lain.

SUBSTANSI :


1. PROSES KOMPILASI
2. STRUKTUR PROGRAM C++
  • #include, 
  • void, main(),
  • Blok pernyataan, 
  • cout, 
  • clrscr();
  • Komentar
3. ELEMEN DASAR DALAM C++ 
  • Pengenal (Identifier),
  • Tipe Data Dalam C++, 
  • Variabel dan Konstanta, 
  • Operator dan ungkapan, 
  • Input dalam C++
  • Manipulator 

1. PROSES KOMPILASI

Program C++ ditulis dengan ekstensi .cpp. Agar dapat dieksekusi atau dijalankan, maka program harus dikompilasi terlebih dahulu menggunakan compiler C++. Proses kompilasinya adalah; file sumber (.cpp) bersama dengan file header (.h) diterjemahkan dulu oleh kompiler C++ sehingga menjadi kode objek (.obj), format file objek ini adalah biner (berkode 0 dan 1). Selanjutnya semua file objek bersama dengan file pustaka (.lib) dikaitkan menjadi satu oleh linker dan hasilnya adalah file Executable.
Gb. proses pembentukan file executable

2. STRUKTUR PROGRAM C++

#include < nama_file >
void main()
{
< blok_pernyataan >
}

Penjelasan :

#includeadalah pengarah praprosesor yang berfungsi menginstruksikan kepada kompiler untuk menyisipkan file, saat program dikompilasi. Biasanya file yang disisipkan adalah file header.

void di depan main()dipakai untuk menyatakan bahwa fungsi main() tidak memiliki nilai balik.

main(), merupakan fungsi utama yang menjadi awal dan akhir eksekusi program C++.

Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi, yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi.

Blok pernyataan
Blok pernyataan bisa terdiri dari satu atau beberapa statemen dan diakhiri dengan tanda (;), sebagai contoh, saat mendeklarasikan 3 buah variabel dengan tipe data yang sama, seperti; int a, b, c;

Contoh program :
/*
Program yang mengandung blok pernyataan
*/
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
{
clrscr(); //membersihkan layar
cout << "Selamat Belajar C++\n";
getch();
}


Hasil eksekusi : 

Untuk mengkompile program dengan menggunakan borland C++ dapat dilakukan dengan menekan tombol Ctrl + F9 atau tombol ini :
cout (dibaca "c out")merupakan objek dalam C++ yang digunakan untuk mengarahkan data ke standar output (layar). 
Tanda << (dua tanda kurang dari berurutan) adalah operator “penyisipan/peletakan” yang akan mengarahkan operand (data) yang terletak di sebelah kanannya ke objek yang terletak di sebelah kirinya. 
Pada contoh di atas, “Selamat Belajar C++\n” diarahkan ke cout, yang memberikan hasil berupa tampilan string tersebut ke layar. \n adalah karakter pindah baris (new line).
#include < iostream.h > menginstruksikan kepada kompiler untuk menyisipkan file iostream.h pada saat program dikompilasi tanpa diakhiri titik koma. File iostream.h perlu disertakan pada program yang melibatkan cout. Tanpa # include < iostream.h > akan terjadi kesalahan saat program dikompilasi. Sebab file iostream.h berisi deklarasi yang diperlukan oleh cout dan berbagai objek yang berhubungan dengan operasi masukan–keluaran.

clrscr(); Pernyataan yang diperlukan untuk menghapus layar. Apabila menggunakan pernyataan ini maka harus disertakan file header conio.h.

Komentar diperlukan untuk menjelaskan / memberikan anotasi terkait program atau bagian-bagian dalam program. Isi penjelasan biasanya berupa:
  • Tujuan/fungsi program
  • Saat program dibuat/direvisi
  • Keterangan-keterangan lain tentang kegunaan sejumlah pernyataan dalam program
Prosedur komentar pada pemrograman C++ memiliki 2 cara yaitu;

a. Diawali tanda // (dua tanda garis miring), Semua tulisan setelah tanda // dianggap sebagai komentar dan tidak akan dieksekusi oleh C++.

b. Diawali tanda /* blok komentar dan diakhiri tanda */, Untuk memberikan komentar lebih dari 1 baris, namun, biasanya bentuk ini sering dimanfaatkan untuk mengabaikan / menonaktifkan sejumlah baris program atau pernyataan yang telah dibuat karena suatu alasan.
Contoh program :
/* Program yang mengandung komentar <--- ini adalah komentar */ #include <iostream.h> #include <conio.h> void main() { clrscr(); //membarsihkan layar <--- ini adalah komentar // teks ini sampai akhir baris tidak akan pernah dieksekusi <--- ini adalah komentar cout << "Selamat Belajar C++\n"; getch();
}



3. ELEMEN DASAR DALAM C++


3.1 Pengenal (Identifier)
Pengenal merupakan nama yang akan digunakan dalam pemrogrman yang biasa digunakan untuk menyatakan variabel, konstanta, tipe data, fungsi, label, obyek serta hal-hal lain yang dibuat oleh pemrogram.
Suatu pengenal merupakan kombinasi dari huruf, angka dan garis bawah (_). Penamaan pengenal harus berawalan dengan huruf atau garis bawah dan menggunakan kata yang mudah dipahami dan dapat mewakili fungsi dari pengenal yang dibuat. Pengenal dalam C++ bersifat sensitive case atau dibedakan antara huruf kecil dan huruf besar. Misalkan pengenal gajipokok, GajiPokok, GAJIPOKOK, merupakan tiga buah pengenal yang berbeda.
3.2 Tipe Data Dalam C++
Contoh program :

/*
program yang mengandung tipe data dalam c++
*/
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
{
clrscr();
char huruf;
huruf = 'B';
cout<<"Isi huruf bertipe char = "<<huruf<<'\n';
int angka;
angka = 123;
cout<<"Isi angka bertipe int = "<<angka<<'\n';
long jumlah;
jumlah = 12345678;
cout<<"Isi jumlah bertipe long = "<<jumlah<<'\n';
float nilai;
nilai = 234.543;
cout<<"Isi nilai bertipe float = "<<nilai<<'\n';
double cacah;
cacah = 3453.345;
cout<<"Isi cacah bertipe double = "<<cacah<<'\n';
long double total;
total = 23456.3945;
cout<<"Isi total bertipe long double = "<<total<<'\n';
getch();
}

Read more: http://www.gatewan.com/2015/02/dasar-bahasa-pemrograman-borland-c.html#ixzz3t69F1B9V
GATEWAN
Under Creative Commons License: Attribution Share Alike
Follow us: @gatewan on Twitter | Gatewan on Facebook

Hasil Eksekusi :


3.3 Variabel dan Konstanta
Dalam proses pemrograman tipe data biasa digunakan untuk mendefinisikan suatu variabel atau konstanta. Variabel adalah suatu memori yang dialokasikan dengan nama tertentu dan hanya bisa menampung data sesuai dengan tipe yang ditentukan. Sifat dari variabel adalah nilai yang dikandung akan mudah diubah sesuai dengan proses yang terjadi seperti contoh dibawah ini. Sedangkan konstanta adalah suatu memori yang dialokasikan dengan nama tertentu yang berisi suatu nilai yang memiliki sifat tetap yang tidak akan bisa berubah.
Sebelum variabel digunakan maka variabel tersebut harus didefinisikan terlebih dahulu. Pendefinisian variabel dapat dimana saja sebelum variabel itu digunakan dengan bentuk :
tipevariabel namavariabel;

Untuk memasukkan nilai kedalam variabel digunakan bentuk :

variabel = nilai;

Contoh program :
/*
program yang mengandung pemasukkan nilai pada variabel
*/
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
{
int bilangan; //Mendefinisikan variabel bilangan bertipe int
bilangan = 10; //Memberikan nilai 10 pada variabel bilangan
clrscr();
cout<<"Isi bilangan = "<<bilangan<<'\n';
bilangan = 50;
cout<<"Isi bilangan = "<<bilangan<<'\n';
getch();
}

 
Hasil eksekusi :


Untuk mendeklarasikan konstanta digunakan bentuk :

const tipedata namakonstanta = nilaikonstanta;

Contoh program :
/*
program yang mengandung konstanta
*/
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
{
const float phi = 3.14;
int jari = 11;
float luas;
clrscr();
luas = phi * jari * jari;
cout<<"Luas lingkaran = "<<luas<<'\n';
getch();
}

 
Hasil eksekusi :



Dalam C++ dikenal adanya pemodifikasian variabel menggunakan unsigned dan signed. Variabel yang ditambahi unsigned akan menyebabkan nilai yang dikandung variabel benilai positif, sedangkan signed tidak menyebabkan perubahan nilai dari data yang dikandung (sama dengan nilai data dasar).
Untuk memahami lebih dalam, simak obeservasi  di bawah ini;

3.4 Operator dan ungkapan
Operator merupakan simbol yang akan digunakan untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi. Untuk menghasilkan suatu nilai operator harus menerima operand. Sedangkan ungkapan merupakan gabungan antara operator dengan operand yang menghasilkan nilai ungkapan, contoh :
6 + 10 – 4
Pada ungkapan diatas terdiri dari dua operator yaitu + (penjumlahan) dan - (pengurangan) dan tiga operand yaitu 6, 10 dan 4, nilai ungkapan diatas adalah 12.

Operator aritmatika

Contoh program :
 /*
contoh penggunaan operator aritmatika
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int d,b,a,c;
b = 7;
a = 5;
c = 2;
d = b * b - 4 * a * c;
cout<<"Nilai d = "<<d<<'\n';
//mencari sisa bagi
int sisa;
sisa = 20 % 3;
cout<<"Sisa 20 % 3 = "<<sisa<<'\n';
getch();
}
Hasil eksekusi :





Operator penugasan
Operator penugasan menggunakan simbol sama dengan (=) yang berfungsi untuk memberikan nilai pada suatu variabel. Contoh penggunaan operator penugasan dalam C++ :
Contoh program :
/*
contoh penggunaan operator penugasan
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int a,b,c,d,e;
a = b = c = d = e = 100;
cout<<"Isi a = "<<a<<'\n';
cout<<"Isi b = "<<b<<'\n';
cout<<"Isi c = "<<c<<'\n';
cout<<"Isi d = "<<d<<'\n';
cout<<"Isi e = "<<e<<'\n';
int x,y;
x = 10 * (y = 3);
cout<<"Isi x = "<<x<<'\n';
getch();
}
 
Hasil eksekusi :


Operator penaikkan (increment) dan penurunan (decrement)
Digunakan untuk menaikkan dan menurunkan nilai variabel yang bertipe bilangan bulat. Bentuk operator ini adalah ++ (penaikkan) dan -- (penurunan). Sebagai contoh :
x = x + 1;
y = y - 1;

Dapat ditulis :

y--;
x++;

atau

--y;
++x;

Contoh program:

/*
contoh penggunaan operator penaikkan dan penurunan
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int a,b,c;
a = 15;
//variabel a dinaikkan 1 baru dijumlahkan dengan 10
b = 10 + ++a;
cout<<"Isi b = "<<b<<'\n';
//variabel b dijumlahkan dengan 10 baru b dinaikkan 1
c = 10 + b++;
cout<<"Isi b = "<<b<<'\n';
cout<<"Isi c = "<<c<<'\n';
getch();
}

Hasil eksekusi :




Operator bitwise
Digunakan untuk memanipulasi bilangan biner










Prioritas operator bitwise









Contoh program :



/*
contoh penggunaan operator bitwise
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
unsigned long a,b,x;
a = 50;
b = 3;
x = a << b;
cout<<"Hasil "<<a<<" << "<<b<<" = "<<x<<'\n';
x = a >> b;
cout<<"Hasil "<<a<<" >> "<<b<<" = "<<x<<'\n';
x = a & b;
cout<<"Hasil "<<a<<" & "<<b<<" = "<<x<<'\n';
x = a | b;
cout<<"Hasil "<<a<<" | "<<b<<" = "<<x<<'\n';
x = a ^ b;
cout<<"Hasil "<<a<<" ^ "<<b<<" = "<<x<<'\n';
x = ~a;
cout<<"Hasil ~"<<a<<" = "<<x<<'\n';
getch();
}

Hasil eksekusi :


Operator majemuk
Operator majemuk digunakan untuk memendekkan penulisan suatu penugasan.
x = x + 5;
y = y – 8;

Dapat ditulis :
x += 5;

y -= 8;

Contoh program :
/*
contoh penggunaan operator majemuk
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int a;
a = 20;
cout<<"Nilai a sekarang = "<<a<<'\n';
a += 5;
cout<<"Nilai a += 5 sekarang = "<<a<<'\n';
a -= 3;
cout<<"Nilai a -= 3 sekarang = "<<a<<'\n';
a *= 2;
cout<<"Nilai a *= 2 sekarang = "<<a<<'\n';
a %= 3;
cout<<"Nilai a %= 3 sekarang = "<<a<<'\n';
a <<= 1; //a = a << 1;
cout<<"Nilai a <<= 1 sekarang = "<<a<<'\n';
a >>= 1; //a = a >> 1;
cout<<"Nilai a >>= 1 sekarang = "<<a<<'\n';
getch();
}

Hasil eksekusi :

Operator relasi
Operator relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai, yang hasilnya berupa nilai 1 jika benar dan nalai 0 jika salah.

Contoh program :
/*
contoh penggunaan operator relasi
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int a,b,hasil;
a = 45;
b = 25;
hasil = a == b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" == "<<b<<" = "<<hasil<<'\n';
hasil = a != b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" != "<<b<<" = "<<hasil<<'\n';
hasil = a > b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" > "<<b<<" = "<<hasil<<'\n';
hasil = a < b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" < "<<b<<" = "<<hasil<<'\n';
hasil = a >= b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" >= "<<b<<" = "<<hasil<<'\n';
hasil = a <= b;
cout<<"Hasil relasi "<<a<<" <= "<<b<<" = "<<hasil<<'\n';
getch();
}

Hasil eksekusi :

Operator logika
Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua buah kondisi menjadi sebuah kondisi.



















Contoh program :

/*
contoh penggunaan operator logika
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int hasil;
cout<<"Operator logika && (dan)"<<'\n';
hasil = (5 > 2) && (4 > 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 2) && (4 > 3)= "<<hasil<<'\n';
hasil = (5 < 2) && (4 > 3);
cout<<"Hasil logika (5 < 2) && (4 > 3)= "<<hasil<<'\n';
hasil = (5 > 2) && (4 < 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 2) && (4 < 3)= "<<hasil<<'\n';
hasil = (5 < 2) && (4 < 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 3) && (4 > 3)= "<<hasil<<'\n';
cout<<"\nOperator logika || (atau)"<<'\n';
hasil = (5 > 2) || (4 > 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 2) || (4 > 3)= "<<hasil<<'\n';
hasil = (5 < 2) || (4 > 3);
cout<<"Hasil logika (5 < 2) || (4 > 3)= "<<hasil<<'\n';
hasil = (5 > 2) || (4 < 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 2) || (4 < 3)= "<<hasil<<'\n';
hasil = (5 < 2) || (4 < 3);
cout<<"Hasil logika (5 > 3) || (4 > 3)= "<<hasil<<'\n';
cout<<"\nOperator logika !"<<'\n';
hasil = !(5 > 2);
cout<<"Hasil logika !(5 > 2) = "<<hasil<<'\n';
hasil = !(5 < 2);
cout<<"Hasil logika !(5 < 2) = "<<hasil<<'\n';
getch();
}

Hasil eksekusi :
Operator kondisi
Operator kondisi digunakan untuk mendapatkan sebuah nilai dari dua kemungkinan berdasarkan suatu kondisi. Bentuk operator kondisi :
Ungkapan1?ungkapan2:ungkapan3

Jika ungkapan1 diuji bernilai benar maka hasilnya adalah ungkapan2, jika salah maka hasilnya adalah ungkapan3.

Contoh program:

/*
contoh penggunaan operator kondisi
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int angka1, angka2, maks;
angka1 = 70;
angka2 = 90;
maks = (angka1 > angka2)?angka1:angka2;
cout<<"Angka terbesar = "<<maks<<'\n';
getch();
}

Hasil eksekusi :


3.5 Input dalam C++

1. cout (baca C out)
cout merupakan obyek dalam C++ yang berfungsi untuk menampilkan data ke standar output (layar). Objek cout sudah banyak digunakan pada contoh-contoh didepan yang digunakan untuk menampilkan hasil ke layar.

Bentuk :

cout << var;

2. cin (baca C in)
cin merupakan obyek dalam C++ yang berfungsi untuk membaca data dari keyboard.
Bentuk :

cin >> var;

berfungsi membaca data dari keyboard dan memasukkan dalam variabel bernama var.

Contoh program :

/*
contoh penggunaan cin
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int angka;
char huruf;
cout<<"Masukkan angka : ";
cin>>angka;
cout<<"Masukkan sebuah huruf : ";
cin>>huruf;
cout<<"\nAngka yang anda masukkan : "<<angka<<'\n';
cout<<"Huruf yang anda masukkan : "<<huruf<<'\n';
getch();
}

Hasil eksekusi :

cin >> tidak dapat digunakan untuk membaca karakter Spasi atau Tab, jika akan dibaca tombol tersebut dunakan fungsi getch().

3. Fungsi getch() dan getche()
Fungsi getch() dan getche() digunakan untuk membaca tanpa perlu menekan enter, selain itu fungsi ini juga dapat membaca tombol Spasi dan Enter.

Bentuk :
karakter = getch();
karakter = getche();


Apabila fungsi getch() dan getche() disertakan maka header conio.h perlu disertakan. Fungsi getch() tidak menampilkan karakter dari tombol yang ditekan, sedangkan getche() menampilkan karakter dari tombol yang ditekan.

Contoh program :

/*
contoh penggunaan getch() dan geche()
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
char kar1, kar2;
cout<<"Tekan sembarang karakater : ";
kar1 = getch();
cout<<"\nTekan sembarang karakater : ";
kar2 = getche();
cout<<"\n\nKarakter pertama : "<<kar1<<'\n';
cout<<"Karakter kedua : "<<kar2<<'\n';
getch();
}



Hasil eksekusi :

3.6 Manipulator
Manipulator digunakan untuk mengatur tampilan data pada layar. Beberapa manipular dalam C++ :

1. Manipulator endl
Manipulator endl digunakan untuk menyisipkan karakter ganti baris (newline). Manipulator ini identik dengan karakter ’\n’.
Contoh program :

/*
contoh penggunaan endl
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int angka1 = 100;
int angka2 = 5000;
float total = 12323.8;
cout<<"Isi angka 1 : "<<angka1<<endl;
cout<<"Isi angka 2 : "<<angka2<<endl;
cout<<"Isi angka 2 : "<<total<<endl;
getch();
}
Hasil eksekusi :


2. Manipulator setw()
Manipulator setw() digunakan untuk mengatur lebar tampilan data pada layar. Jika anda akan mengatur tampilan data pada layar maka perlu disertakan header iomanip.h.

Contoh program :

/*
contoh penggunaan setw()
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<iomanip.h>
void main()
{
int angka = 1005;
cout<<setw(0)<<angka<<endl;
cout<<setw(4)<<angka<<endl;
cout<<setw(7)<<angka<<endl;
getch();
}
book


Hasil eksekusi :


3. Manipulator setfill()
Manipulator setfill() digunakan untuk mengatur karakter yang diisikan pada field yang ditentukan oleh setw() yang tidak digunakan untuk menampilkan data.


Contoh program :

/*
contoh penggunaan setw() dan setfill()
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<iomanip.h>
void main()
{
int angka = 1005;
cout<<setw(0)<<setfill('*')<<angka<<endl;
cout<<setw(4)<<setfill('*')<<angka<<endl;
cout<<setw(6)<<setfill('*')<<angka<<endl;
cout<<setw(8)<<setfill('*')<<angka<<endl;
getch();
}
Hasil eksekusi :


4. Manipulator dec, oct dan hex
Manipulator dec, oct dan hex digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal (basis 10), oktal (basis 8), dan heksadesimal (basis 16).
Contoh program :
/*
contoh penggunaan dec, oct dan hex
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<iomanip.h>
void main()
{
int x = 150;
cout<<"Nilai x : "<<x<<endl;
cout<<"Nilai x dalam oktal : "<<oct<<x<<endl;
cout<<"Nilai x dalam heksadesimal : "<<hex<<x<<endl;
cout<<"Nilai x dalam desimal : "<<dec<<x<<endl;
getch();
}

Hasil eksekusi :

5. Manipulor setiosflags()
Manipulor setiosflags() merupakan manipulator yang dapat dipakai untuk mengontrol sejumlah tanda format sebagai berikut :
Contoh program :
/*
contoh penggunaan setiosflags()
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<iomanip.h>
void main()
{
int x = 520;
cout<<"x ditampilkan dengan ios::left "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<x<<endl<<endl;
cout<<"x ditampilkan dengan ios::right "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<x<<endl<<endl;
float y = 123.456;
cout<<"y ditampilkan dengan ios::fixed "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::fixed)<<y<<endl<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::fixed);
cout<<"y ditampilkan dengan ios::scientific "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::scientific)<<y<<endl<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::scientific);
int bil = 51;
cout<<"Tanpa ios::showbase : "<<endl;
cout<<oct<<bil<<endl;
cout<<dec<<bil<<endl;
cout<<hex<<bil<<endl;
cout<<"Dengan ios::showbase : "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::showbase);
cout<<oct<<bil<<endl;
cout<<hex<<bil<<endl;
cout<<dec<<bil<<endl;
cout<<"\nDengan ios::uppercase untuk heksadesimal : "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<bil<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::showbase);
cout<<resetiosflags(ios::uppercase);
float a = 234.00;
cout<<"\nTanpa ios::showpoint : "<<endl;
cout<<a<<endl<<endl;
cout<<"Dengan ios::showpoint : "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::showpoint)<<a<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::showpoint);
int b = 27;
cout<<"\nTanpa ios::showpos : "<<endl;
cout<<b<<endl<<endl;
cout<<"Dengan ios::showpos : "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::showpos)<<b<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::showpos);
getch();
}
Hasil eksekusi :

6. Manipulator resetiosflags()
Manipulator resetiosflags() digunakan untuk mengembalikan ke bentuk format awal setelah adanya penggunaan manipulator, misalnya :

setiosflags(ios::left)

telah digunakan , maka untuk kembali ke bentuk awal bisa digunakan :

resetiosflags(ios::left)

Contoh program :

/*
contoh penggunaan setiosflags()
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<iomanip.h>
void main()
{
int x = 520;
cout<<"x ditampilkan dengan ios::left "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<x<<endl<<endl;
cout<<"x ditampilkan dengan ios::right "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<x<<endl<<endl;
float y = 123.456;
cout<<"y ditampilkan dengan ios::fixed "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::fixed)<<y<<endl<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::fixed);
cout<<"y ditampilkan dengan ios::scientific "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::scientific)<<y<<endl<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::scientific);
int bil = 51;
cout<<"Tanpa ios::showbase : "<<endl;
cout<<oct<<bil<<endl;
cout<<dec<<bil<<endl;
cout<<hex<<bil<<endl;
cout<<"Dengan ios::showbase : "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::showbase);
cout<<oct<<bil<<endl;
cout<<hex<<bil<<endl;
cout<<dec<<bil<<endl;
cout<<"\nDengan ios::uppercase untuk heksadesimal : "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<bil<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::showbase);
cout<<resetiosflags(ios::uppercase);
float a = 234.00;
cout<<"\nTanpa ios::showpoint : "<<endl;
cout<<a<<endl<<endl;
cout<<"Dengan ios::showpoint : "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::showpoint)<<a<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::showpoint);
int b = 27;
cout<<"\nTanpa ios::showpos : "<<endl;
cout<<b<<endl<<endl;
cout<<"Dengan ios::showpos : "<<endl;
cout<<setiosflags(ios::showpos)<<b<<endl;
cout<<resetiosflags(ios::showpos);
getch();
}


 
Hasil eksekusi :

7. Manipulator setprecision()
Manipulator setprecision() digunakan untuk mengatur jumlah digit pecahan yang akan ditampilkan pada bilangan pecahan.
Bentuk :
setprecision(n)
Dengan n adalah jumlah digit yang ingin ditampilkan
Contoh program :

/*
contoh penggunaan setprecision()
*/
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<iomanip.h>
void main()
{
float y = 12.340;
cout<<setiosflags(ios::fixed);
cout<<setprecision(0)<<y<<endl;
cout<<setprecision(1)<<y<<endl;
cout<<setprecision(2)<<y<<endl;
cout<<setprecision(3)<<y<<endl;
cout<<setprecision(4)<<y<<endl;
cout<<setprecision(5)<<y<<endl;
getch();
}


kritik dan saran anda sangat kami butuhkan 
good luck

Related Posts

Dasar Pemograman C++
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.